Kesehatan

Dampak Buruk Obesitas Bagi Kesehatan

Dampak Buruk Obesitas bagi KesehatanSetelah anda mengetahui beberapa penyebab dan faktor umum terjadinya obesitas, anda juga perlu mengetahui seperti apa saja dampak dari obesitas. Lalu, bagaimana efek buruknya bagi kesehatan? Berikut ini ulasan lengkapnya:

Sulit Bernafas

Dampak pertama ini yang dirasakan oleh penderita obesitas adalah susah dalam pernapasan. Ya, si penderita akan sulit untuk bernapas. Nafasnya menjadi lebih pendek karena adanya timbunan lemak disekitar dada  dan leher. Sehingga sulit untuk mengambil udara dari luar akibat terhambat.

Rasa Nyeri Pada Persendian Terutama Sendi Lutut

Rasa nyeri juga bisa diasakan oleh penderita obesitas. Nyeri pada persendian ini yang sering terjadi terutam pada bagian lutut. Hal ini dikarenakan kelebihan berat badan yang membuat lutut menerima tekanan berat yang berlebih dibandingkan sebelumnya.

Meningkatnya Asam Lambung

Asam lambung pada penderita diabetes akan mengalami peningkatan yang cukup pesat. Hal ini karena lemak menekan daerah lambung yang membuat asam lambung menjadi naik. Sangat tidak baik untuk kesehatan jika ini terus terjadi.

Stres atau Depresi

Biasanya, orang yang menderita obesitas tidak jauh dari masalah stres atau depresi. Ya, penderita obesitas lebih sering marah, stres, dan depresi akiabat perasaan rendah diri dan malu karena memiliki berat badan yang berlebih serta tubuh yang gemuk.

Sakit Punggung

Banyak orang yang berta badanya berlebih atau gemuk itu sering mengalami sakit punggung. Hal ini mungkin akan wajar, sebab punggung selalu menerima tekanan berat badan akibat timbunan lemak yang berlebihan di dalam tubuh.

Menurunkan Kinerja Otak

Memang hal ini tidak bisa dipastikan, namun biasanya kebanyakan orang yang memiliki badan gemuk akan bermasalah pada kinerja otak. Ya, pemikiran otak akan lebih melemah atau sulit berfikir dan sulit untuk berkonsentrasi dalam setiap hal.

Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Tekanan darah yang tinggi atau biasa disebut dengan hipertensi juga termasuk dampak buruk dari obesitas. Orang yang mengalami obesitas atau berat badan yang berlebih juga beresiko mengalami kenaikan tekanan darah dalam tubuh. Ini disebabkan karena timbunan lemak pada pembuluh darah.

Kolesterol

Berat badan yang berlebihan atau gemuk atau obesitas juga sangat terkait dengan kolesterol. Kolesterol orang yang menderita obesitas tercatat sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena lemak jenuh dan lemak trans yang memicu peningkatan tekanan darah dalam tubuh.

Stroke dan Serangan Jantung

Keadaan yang lebih parah lagi adalah akan terkena serangan jantung hingga mencapai stroke. Ya, timbunan lemak yang terdapat pada pembuluh darah menyebabkan jantung bekerja keras hingga menyebabkan terjadinya serangan jantung. Sedangkan aliran darah pada otak juga terganggu yang menyebabkan terjadinya stroke.

Kanker

Banyak fakta yang menyebutkan bahwa penderita obesitas sangat beresiko terserang penyakit kanker bahkan hingga 40%. Hormon estrogen hasil produksi sel lemak ini menyebabkan resiko kanker semakin tinggi. Jika ini didiamkan, maka akan sangat berbahaya.

Diabetes

Selain kanker, penderita obesitas juga sangat beresiko terserang diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan karena penderita obesitas insulin yang dihasilkan oleh pankreas akan terganggu oleh komplikasi-komplikasi obesitas, sehingga tidak bisa bekerja maksimal saat membantu sel-sel dalam menyerap glukosa. Inilah yang menyebabkan terjadinya diabetes.

Gangguan Kesuburan

Gangguan kesuburan juga bisa terjadi pada seseorang yang terserang obesitas. Ya. Mereka akan mengalami dimana terjadinya gangguan pada kesuburan. Khususnya pada wanita. Ovarium yang memproduksi sel telur tidak memungkinkan wanita untuk hamil. Meski terjadi pembuahan, tapi janin sulit berkembang.

Kematian Mendadak

Dan dampak terakhir yang paling menegangkan adalah datangnya kematian mendadak. Hal ini bisa terjadi pada penderita obesitas tingkat tinggi. Hal ini terjadi karena beberapa penyakit akibat obesitas sudah berkumpul menjadi satu, seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke dan lainnya. Sehingga menyebabkan kematian mendadak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *