Kesehatan

Waspadai Risiko Jatuh Pada Lansia, Ketahui Penyebabnya!

Jatuh adalah keadaan di mana seseorang tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah atau permukaan lainnya tanpa kontrol yang memadai. Peristiwa ini dapat terjadi dalam berbagai situasi, baik di dalam maupun di luar rumah, dan dapat memiliki dampak kesehatan yang serius, terutama pada lansia. Risiko jatuh pada lansia lebih tinggi karena adanya proses penuaan yang menyebabkan terjadinya penurunan fungsi pada tubuh.

Jatuh adalah peristiwa yang seringkali dianggap sepele, namun dapat memiliki konsekuensi serius, terutama pada populasi lansia.  Ada beberapa hal yang menyebabkan lansia rentan terhadap jatuh, diantaranya:

  • Penurunan Fungsi Otot dan Tulang

Seiring bertambahnya usia, otot dan tulang mengalami penurunan kekuatan dan kepadatan, yang dapat mempengaruhi keseimbangan dan stabilitas tubuh.

  • Penurunan Sistem Saraf

Penuaan memengaruhi sistem saraf, termasuk koordinasi gerakan dan respons terhadap ketidakseimbangan. Ini dapat menyulitkan lansia untuk merespons secara efektif terhadap perubahan posisi atau lingkungan.

  • Gangguan Indra dan Persepsi

Penurunan penglihatan, pendengaran, dan rasa dapat mempengaruhi kesadaran terhadap lingkungan sekitar, meningkatkan risiko ketidakmampuan untuk mendeteksi hambatan atau bahaya.

  • Efek Samping Obat-obatan

Banyak lansia mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat menyebabkan efek samping seperti pusing atau kelelahan, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan jatuh.

  • Penurunan Kekuatan dan Fleksibilitas

Kehilangan kekuatan otot dan fleksibilitas tubuh membuat lansia lebih rentan terhadap kehilangan keseimbangan, terutama saat melakukan aktivitas fisik atau berpindah dari posisi duduk atau berbaring.

  • Faktor Lingkungan

Lingkungan fisik, seperti lantai yang licin, tangga yang curam, atau pencahayaan yang buruk, dapat menjadi pemicu jatuh, terutama jika lansia mengalami kesulitan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Dampak Jatuh pada Lansia

  • Cedera Fisik

Jatuh dapat menyebabkan cedera fisik serius, termasuk patah tulang, memar, atau luka-luka lainnya, yang dapat mempengaruhi mobilitas dan kualitas hidup.

  • Ketakutan dan Penurunan Kualitas Hidup

Setelah mengalami jatuh, lansia seringkali mengembangkan ketakutan akan kembali jatuh, yang dapat mengurangi kepercayaan diri dan membatasi aktivitas mereka, menyebabkan penurunan kualitas hidup.

  • Biaya Kesehatan yang Meningkat

Cedera yang disebabkan oleh jatuh dapat menyebabkan biaya kesehatan yang signifikan, termasuk perawatan medis, rehabilitasi, dan perubahan lingkungan rumah.

Risiko Jatuh

Risiko Jatuh

Baca juga : Pengaruh Gizi Lansia Terhadap Kualitas Hidup

Faktor Penyebab Risiko Jatuh Pada Lansia

  • Faktor Biologis

Faktor biologis meliputi karakteristik individu yang berkaitan dengan tubuh. Usia, jenis kelamin dan ras merupakan faktor biologis yang tidak dapat diubah. Hal ini juga terkait dengan perubahan akibat penuaan seperti gangguan fisik, kapasitas kognitif dan afektif dan penyakit penyerta yang terkait penyakit kronis.

  • Faktor Perilaku

Faktor risiko perilaku mencakup tindakan, emosi, atau kebiasaan orang lanjut usia, seperti makanan yang dikonsumsi, obat-obatan terlarang, konsumsi alkohol berlebihan dan perilaku sedentary (selalu duduk terus menerus, tanpa gerakan). Faktor risiko ini dapat dimodifikasi dan intervensi yang tepat untuk perubahan perilaku.

  • Faktor lingkungan

Faktor lingkungan mempengaruhi kondisi fisik lansia dan lingkungan sekitar mengandung bahaya. Lingkungan bukanlah penyebabnya
jatuh, melainkan kombinasi dari beberapa faktor risiko lainnya. Bahaya lingkungan seperti tangga sempit, lantai dan tangga licin, permukaan yang tidak rata dan pencahayaan yang buruk meningkatkan risiko terjatuh di usia tua.

  • Faktor Sosial Ekonomi

Faktor sosial ekonomi berkaitan dengan kondisi sosial dan status ekonomi para lansia. Faktor-faktor tersebut antara lain pendapatan rendah dan pendidikan buruk, standar rendah, perumahan yang tidak memadai, kurangnya interaksi sosial,
terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan terutama di daerah terpencil serta kurangnya sumber daya masyarakat.

Dari beberapa hal tersebut, faktor risiko penyebab jatuh pada lansia dapat diuraikan menjadi faktor intrinsik dan ekstrinsik. Dikutip dari jurnal Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Risiko Jatuh Pada Lansia, faktor intrinsik dan ekstrinsik dapat berupa :

Faktor Intrinsik

  • Sistem Saraf Pusat

Gangguan pada sistem saraf pusat, seperti penyakit Parkinson atau stroke, dapat mengurangi keseimbangan dan koordinasi gerakan, meningkatkan risiko jatuh.

  • Demensia

Lansia dengan demensia cenderung mengalami penurunan kognitif, kebingungan, dan gangguan orientasi, yang semuanya dapat meningkatkan kemungkinan kecelakaan jatuh.

  • Gangguan Sistem Sensorik

Gangguan pada penglihatan, pendengaran, atau perasaan dapat mempengaruhi kemampuan lansia untuk mendeteksi hambatan di sekitarnya, meningkatkan risiko jatuh.

  • Gangguan Sistem Kardiovaskuler

Penyakit jantung, hipertensi, atau gangguan irama jantung dapat mengurangi aliran darah ke otak atau menyebabkan pingsan, yang dapat menyebabkan kejadian jatuh.

  • Gangguan Metabolisme

Kondisi seperti diabetes dapat menyebabkan kelemahan otot atau neuropati perifer, meningkatkan risiko jatuh pada lansia.

  • Gangguan Gaya Berjalan

Perubahan pada gaya berjalan, seperti perubahan langkah atau ketidakstabilan, dapat menjadi faktor intrinsik yang signifikan dalam risiko jatuh.

Faktor Ekstrinsik

  • Lingkungan

Faktor lingkungan seperti lantai yang licin, tangga yang curam, atau pencahayaan yang buruk dapat meningkatkan risiko jatuh pada lansia.

  • Aktivitas

Aktivitas fisik yang kurang atau berlebihan dapat mempengaruhi kekuatan otot dan fleksibilitas, sehingga meningkatkan risiko kejadian jatuh.

  • Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu, terutama yang memiliki efek samping seperti pusing atau kelelahan, dapat menjadi faktor risiko yang signifikan.

Melalui pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor ini, kita dapat mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif dan memberikan perhatian khusus pada upaya untuk meminimalkan risiko jatuh pada populasi lansia. Kesadaran akan faktor risiko ini tidak hanya penting bagi individu lansia sendiri tetapi juga untuk tenaga kesehatan dan keluarga mereka, guna menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung.

Penurunan Fungsi Penglihatan dan Risiko Jatuh Pada Lansia

Penuaan membawa perubahan alami pada berbagai sistem tubuh, dan salah satu aspek yang sering terpengaruh adalah sistem penglihatan. Lansia sering mengalami penurunan fungsi penglihatan, termasuk penurunan kemampuan melihat jarak. Fenomena ini memiliki dampak signifikan pada kesejahteraan dan keamanan lansia, terutama berkaitan dengan risiko jatuh.

Risiko Jatuh

Risiko Jatuh

Penurunan Jarak Penglihatan pada Lansia

  • Presbiopi

Presbiopi adalah kondisi umum pada lansia yang menyebabkan kesulitan melihat objek pada jarak dekat. Ini terjadi karena lensa mata kehilangan elastisitasnya seiring bertambahnya usia.

  • Penurunan Ketajaman Visual

Ketajaman visual, kemampuan mata untuk melihat detail, cenderung menurun seiring penuaan. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan lansia untuk mendeteksi hambatan atau bahaya di sekitarnya.

  • Gangguan Adaptasi Cahaya

Lansia mungkin mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan cahaya, seperti saat berpindah dari tempat yang gelap ke tempat yang terang, atau sebaliknya. Hal ini dapat menjadi risiko tambahan ketika bergerak di lingkungan yang berbeda.

Dampak Penurunan Penglihatan terhadap Risiko Jatuh

  • Kurangnya Deteksi Hindaran

Penurunan kemampuan untuk melihat dengan jelas dapat menyebabkan lansia sulit mendeteksi rintangan atau hambatan di jalannya, meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.

  • Gangguan Keseimbangan

Penglihatan yang buruk dapat mempengaruhi keseimbangan, terutama ketika berjalan atau melakukan aktivitas fisik. Ini dapat menjadi faktor utama dalam kejadian jatuh.

  • Kurangnya Kesadaran Terhadap Lingkungan

Lansia yang memiliki penglihatan terbatas mungkin kurang sadar terhadap lingkungan sekitarnya, termasuk perubahan tingkat permukaan atau tangga, yang dapat meningkatkan risiko jatuh.

Pencegahan dan Perhatian Khusus

  • Pemeriksaan Mata Rutin

Lansia sebaiknya menjalani pemeriksaan mata rutin untuk mendeteksi dan mengatasi masalah penglihatan sejak dini.

  • Penggunaan Kacamata yang Sesuai

Kacamata korektif atau pembesar dapat membantu memperbaiki masalah penglihatan dan mengurangi risiko jatuh.

  • Penataan Lingkungan yang Aman

Menciptakan lingkungan yang bebas hambatan dan ramah lansia dapat mengurangi risiko jatuh.

Penting untuk memahami bahwa penurunan fungsi penglihatan pada lansia bukanlah hal yang tak terhindarkan. Dengan perawatan mata yang tepat dan lingkungan yang sesuai, kita dapat meningkatkan kualitas hidup lansia dan mengurangi risiko jatuh yang mungkin terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *