Kesehatan

Manfaat Senam Wajah Untuk Kesehatan Lansia

Senam Wajah

Senam Wajah

Senam wajah adalah serangkaian gerakan yang dirancang untuk membantu menstimulasi, mengencangkan dan melatih otot-otot wajah. Manusia memiliki sekitar 20 otot wajah yang berfungsi mengontrol bagian wajah, mengunyah, dan melakukan ekspresi. Journal of Korea Physical Therapy menjelaskan bahwa senam wajah bermanfaat membantu meremajakan kulit, meningkatkan elastisitas, dan menjaga keutuhan pipi atas dan bawah. Seperti halnya pijat wajah, berikut beberapa kemungkinan manfaat senam wajah:

  • Melancarkan sirkulasi darah
  • Mengurangi ketegangan pada otot wajah
  • Membantu meremajakan kulitt
  • Meminimalkan kulit kendur.
  • Mengurangi lemak pada wajah

Senam wajah umumnya mudah dilakukan dan hanya membutuhkan waktu beberapa detik. Berikut adalah beberapa gerakan senam wajah yang bisa dilakukan.

  • Gerakan Senam Wajah Bagian Atas
    • Letakkan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis di bawah alis Anda.
    • Dorong tiga jari ke atas. Tahan posisi tersebut selama 10 detik dan setelah detik ketujuh cobalah memejamkan mata.
    • Ulangi gerakan tersebut sebanyak tiga kali, lakukan pada kedua sisi mata.
  • Gerakan Senam Bawah Mata
    • Untuk melakukan ini, arahkan mata Anda ke atas.
    • Lalu, pejamkan mata sambil menekan area bawah mata dengan jari.
    • Tahan selama lima detik, lepaskan dan ulangi tiga kali.
  • Gerakan Senam Dagu.
    • Letakkan dua ibu jari pada bagian rahang yang terasa lembut.
    • Tekan perlahan lalu arahkan dagu ke atas.
    • Kemudian, dorong lidah Anda ke arah langit-langit mulut Anda. Ulangi 10 kali.
  • Gerakan Mengangkat Pipi
    • Gunakan jari telunjuk lalu angkat kedua pipinya.
    • Hal ini diiringi dengan senyuman selebar mungkin.
    • Buka mulut Anda sedikit dan lebarkan lubang hidung Anda.
    • Tahan selama 10 detik.
  • Gerakan Tersenyum dan Mengerucutkan Mulut.

    Senam wajah ini dapat membantu meningkatkan aliran darah ke bibir dan memperkuat otot-otot Anda.

    • Buka mulut Anda sedikit, pastikan bibir Anda rileks.
    • Dorong mulut Anda ke depan hingga berkontraksi.
    • Kemudian kembali ke posisi tersenyum sambil mengatupkan bibir.
  • Gerakan Mengatupkan Rahang.
    • Angkat dagu hingga Anda merasakan leher sedikit tertarik dan tegang.
    • Putar kepala Anda ke bahu kanan dan lihat ke atas.
    • Tahan posisi tersebut selama lima detik, lepaskan perlahan dan ulangi tiga kali.
    • Selanjutnya, ubah posisi Anda ke sisi kiri.
  • Gerakan Meregangkan Wajah
    • Letakkan jari telunjuk Anda di pelipis dan ibu jari Anda di bawah tulang pipi.
    • Remas wajah Anda saat Anda menutup mata, lalu buka mata Anda saat Anda meregangkannya.
    • Ulangi gerakan kompresi dan relaksasi wajah ini sebanyak 25 kali.
  • Gerakan Peregangan Leher
    • Miringkan kepala Anda ke arah bahu Anda.
    • Letakkan tangan Anda di atas kepala dan angkat kepala hingga ke bahu.
    • Ulangi di bahu kiri. Setelah melakukan latihan di atas, pijat otot-otot bagian belakang leher.

Baca juga : Menjaga Kesehatan Lansia dengan Berolahraga

Kesehatan Rongga Mulut

Senam Wajah

Senam Wajah

Kesehatan rongga mulut pada lansia sangat penting karena penuaan dapat membawa perubahan fisiologis yang memengaruhi kondisi mulut. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan terkait kesehatan rongga mulut pada lansia:

  • Penurunan Produksi Saliva: Penuaan seringkali menyebabkan penurunan produksi saliva, yang dapat menyebabkan mulut kering. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko karies, sariawan, dan kesulitan dalam menelan makanan.
  • Resesi Gusi dan Retraksi Gigi: Gusi mungkin cenderung menyusut atau mengalami reseksi pada lansia. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit gusi (gingivitis dan periodontitis) serta menyebabkan sensitivitas gigi.
  • Kerusakan Gigi dan Kehilangan Gigi: Gigi dapat mengalami abrasi, erosi, dan kehilangan enamel seiring waktu. Kehilangan gigi juga dapat terjadi, yang dapat memengaruhi fungsi mengunyah dan berbicara.
  • Perubahan pada Struktur Mulut: Perubahan bentuk dan ukuran rahang serta penurunan kepadatan tulang dapat terjadi, mempengaruhi penempatan gigi dan dapat memicu masalah ortodontik.
  • Pentingnya Perawatan Prostetik: Lansia sering membutuhkan perawatan prostetik seperti gigi palsu atau jembatan gigi untuk menggantikan gigi yang hilang. Perawatan ini membantu mempertahankan fungsi mengunyah dan meningkatkan kualitas hidup.
  • Pemantauan Terhadap Kanker Mulut: Lansia memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker mulut. Oleh karena itu, pemantauan reguler terhadap tanda-tanda seperti benjolan, perubahan warna, atau luka di mulut sangat penting.
  • Pentingnya Kunjungan Rutin ke Dokter Gigi: Lansia sebaiknya tetap menjalani pemeriksaan gigi rutin. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi masalah secara dini dan memberikan perawatan yang tepat.
  • Perhatian Khusus pada Kesehatan Gusi: Pembersihan gigi yang baik dan perhatian khusus pada kesehatan gusi penting untuk mencegah penyakit gusi yang dapat berdampak negatif pada kesehatan rongga mulut.
  • Konsultasi dengan Profesional Kesehatan: Lansia sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi dan profesional kesehatan mulut untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi kesehatan mereka. Ini termasuk penyesuaian perawatan gigi dan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

Memahami perubahan yang terjadi pada rongga mulut selama penuaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang sesuai dapat membantu lansia menjaga kesehatan rongga mulut mereka dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Hubungan Saliva dan Senam Wajah Terhadap Kesehatan Rongga Mulut

Saliva adalah sekelompok cairan yang disekresikan oleh kelenjar air liur di rongga mulut dan menyebar melalui ruang antar permukaan gigi dan gusi yang disebut sulkus gingivalis. Cairan ini sering disebut sebagai air liur. Air liur merupakan cairan eksokrin yang 99% terdiri dari air, berbagai elektrolit, yaitu sodium, potasium, kalsium, kloride, magnesium, bikarbonat, fosfat, dan terdiri dari protein yang bertindak sebagai enzim, immunoglobulin, antimikroba, glikoprotein mukosa, albumin, polipeptida dan oligopeptida yang memiliki peran dalam kesehatan mulut.

Saliva memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut, terutama pada lansia. Saliva membantu dalam proses pencernaan dan melindungi gigi serta jaringan lunak di dalam mulut. Pada lansia, produksi saliva seringkali berkurang akibat proses penuaan, dan hal ini dapat memiliki beberapa pengaruh:

  • Kelembaban Mulut: Saliva membantu menjaga kelembaban di dalam mulut. Pada lansia yang mengalami penurunan produksi saliva, mulut dapat menjadi lebih kering, meningkatkan risiko infeksi dan ketidaknyamanan.
  • Masalah Pengunyahan dan Menelan: Kurangnya saliva dapat menyulitkan proses pengunyahan dan menelan makanan. Hal ini bisa berdampak pada asupan nutrisi dan kesehatan secara keseluruhan.
  • Kerusakan Gigi: Saliva memiliki sifat pelindung terhadap gigi dengan membantu mengurangi tingkat asam dalam mulut dan melibatkan mineralisasi gigi. Pada lansia dengan produksi saliva yang rendah, risiko kerusakan gigi dan pembentukan plak bakteri meningkat.
  • Infeksi Mulut: Kekurangan saliva dapat menyebabkan peningkatan risiko infeksi mulut, seperti sariawan dan infeksi jamur. Saliva memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang membantu melawan patogen.
  • Masalah Lidah dan Bibir: Kelembaban yang kurang dapat berkontribusi pada masalah seperti lidah kering dan bibir pecah-pecah, yang dapat menciptakan ketidaknyamanan sehari-hari.
Senam Wajah

Senam Wajah

Salah satu akibat dari berkurangnya produksi saliva adalah mulut kering atau xerostomia. Pada lansia keadaan ini disebabkan oleh atrofi kelenjar ludah yang akan mengurangi produksi air liur dan mengubah komposisinya. Hal ini mengakibatkan berkurangnya jumlah aliran saliva. Selain itu, penyakit sistemik yang diderita dan obat yang digunakan untuk mengobatinya juga dapat menyebabkan mulut kering pada lansia.

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi komposisi air liur adalah kecepatan aliran air liur. Berkurangnya sekresi air liur akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada rongga mulut, nyeri, peningkatan kadar karies gigi dan infeksi mulut, serta kesulitan berbicara dan menelan makanan, sehingga mengakibatkan penurunan asupan nutrisi yang diikuti dengan penurunan berat badan.

Mulut kering atau xerostomia juga mempengaruhi beberapa aspek kehidupan lansia, antara lain aspek fisik, nyeri, psikologis, dan sosial. Lansia memiliki keterbatasan pada jumlah dan jenis makanan, mengalami rasa tidak nyaman pada rongga mulut, khawatir dengan kondisi gigi, rasa makanan berkurang, merasa kurang bahagia dan beberapa aspek kehidupan berubah akibat xerostomia.

Senam wajah dapat merangsang sekresi air liur dan fungsi rongga mulut pada lansia. Senam wajah dilakukan dengan melatih otot wajah, menggerakkan lidah dan memijat kelenjar ludah. Sekresi air liur meningkat secara signifikan setelah melakukan latihan peregangan bibir, lidah dan pipi. Hal ini dapat terjadi karena senam wajah mendapat rangsangan mekanis, yaitu senam ekspresi otot wajah, senam otot lidah, dan pijat kelenjar ludah. Stimulasi yang diberikan dapat meningkatkan aliran sekresi air liur, yang secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan volume air liur di rongga mulut.

Melakukan senam wajah secara teratur memiliki efek mengurangi ketidaknyamanan yang dialami lansia, seperti terbatasnya jumlah dan jenis makanan, ketidaknyamanan pada rongga mulut, dan lain-lain. Salah satu faktor penyebab rasa tidak nyaman yang terjadi pada mulut lansia adalah karena berkurangnya sekresi yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada rongga mulut, nyeri, peningkatan kadar kerusakan gigi dan infeksi mulut, hingga dapat menyebabkan kesulitan berbicara dan menelan makanan. Karena perubahan terjadi pada usia yang lebih tua, atrofi kelenjar ludah berhubungan dengan degenerasi akibat proses penuaan.

Gangguan fungsi kelenjar ludah terjadi akibat hilangnya parenkim kelenjar yang digantikan oleh jaringan ikat dan lemak. Keadaan ini mengakibatkan berkurangnya jumlah aliran air liur. Bertambahnya usia juga menyebabkan atrofi kelenjar submandibular, yang turut berkontribusi terhadap penurunan produksi dan perubahan komposisi air liur. Penelitian oleh Utami dkk mengenai “Senam Wajah Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Xerostomia” membuktikan bahwa pemberian senam wajah yang berupa latihan ekspresi otot wajah, latihan otot lidah dan pemijatan kelenjar saliva dapat mempengaruhi produksi saliva lansia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *