Uncategorized

Pemanfaatan Tanaman Herbal Untuk Radang Sendi

Radang Sendi

Radang Sendi

Radang sendi yang dalam dunia medis lebih dikenal dengan istilah arthritis adalah suatu kondisi peradangan yang menyebabkan nyeri dan kaku pada persendian. Kondisi ini dapat terjadi pada satu sendi atau lebih. Masalah persendian ini membatasi akses gerak dan berdampak pada kehidupan sosial dan fungsional, apabila tidak ditangani dengan baik, peradangan ini dapat menghambat pergerakan sepenuhnya. Terdapat banyak jenis radang sendi, tetapi radang sendi yang paling banyak terjadi adalah osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Osteoarthritis disebabkan oleh penipisan dan kerusakan tulang rawan sementara rheumatoid arthritis disebabkan oleh penyakit autoimun.

Jenis Pengobatan Radang Sendi

Pengobatan radang sendi dilakukan untuk meredakan gejala, mengurangi kerusakan sendi, memperlambat perkembangan penyakit, serta memperbaiki fungsi sendi supaya penderita dapat tetap beraktivitas secara normal. Ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi radang sendiri, yaitu :

1. Obat-Obatan

Mengkonsumsi obat-obatan digunakan untuk mengatasi peradangan dan meredakan keluhan pada radang sendi. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati radang sendi ini bervariasi tergantung pada jenis radang sendi. Beberapa jenis obat yang biasanya digunakan untuk radang sendi adalah :

Untuk radang sendi yang disebabkan oleh penyakit autoimun, obat yang biasanya diberikan adalah disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs). Contohnya adalah hydroxychlorquine atau methotrexate.

2. Terapi

Melakukan terapi bertujuan untuk memperkuat otot-otot di sekitar persendian dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam bergerak. Hal ini akan memulihkan fungsi motorik yang terganggu akibat radang sendi. Contoh terapi fisik sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasi radang sendi adalah pemberian kompres dingin atau hangat.

3. Operasi

Prosedur operasi akan dilakukan jika gejala radang sendi sangat parah dan tidak dapat diobati dengan obat-obatan. Operasi bertujuan untuk memperbaiki atau mengganti sendi yang rusak. Jenis operasi yang dapat digunakan untuk mengobati radang sendi adalah arthrodesis, osteotomy, dan arthroplasty.

Radang Sendi

Radang Sendi

Baca juga : Manfaat Senam Lansia untuk Penurunan Nyeri Sendi

Tanaman Herbal Yang Ampuh Mengobati Radang Sendi

Dikutip dari jurnal penelitian “Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Herbal sebagai Obat Alternatif Penyakit Radang Sendi” terdapat berbagai tanaman herbal yang dapat digunakan untuk pengobatan radang sendi, antara lain :

1. Jahe

Kandungan senyawa dalam jahe dapat membantu meredakan peradangan karena memiliki sifat anti-inflamasi. Jahe mengandung senyawa gingerol dan shogaol yang dapat menghambat produksi leukotrin dan prostaglandin penyebab peradangan. Selain itu sifat analgesik atau penghilang rasa sakit yang terdapat pada senyawa gingerol dapat membantu mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan pada radang sendi. Selain itu kandungan pada jahe juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, yang dapat membantu membawa lebih banyak oksigen dan nutrisi ke area yang terkena radang sendi, dan menghilangkan produk limbah.

2. Kunyit

Kunyit mengandung senyawa kurkumin dan kurkuminoid yang memiliki sifat anti-inflamasi dan analgesik. Senyawa kurkumin dapat menghambat produksi prostaglandin yang menyebabkan peradangan di dalam tubuh dan mengurangi rasa sakit radang sendi. Selain itu kunyit juga memiliki kandungan senyawa antioksidan yang kuat dan dapat membantu mencegah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas dan dapat mempercepat proses penyembuhan pada kondisi radang sendi serta meningkatkan sirkulasi darah ke area yang terkena radang sendi sehingga membantu mengurangi pembengkakan dan mempercepat proses penyembuhan.

3. Teh hijau

Senyawa aktif berupa epigallocatechin gallate (EGCG) yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi terkandung dalam teh hijau. Radang sendi dapat terjadi ketika ada peningkatan aktivitas enzim yang memecah jaringan tulang rawan di sendi, senyawa EGCG dalam teh hijau dapat menghambat aktivitas enzim tersebut sehingga dapat membantu mengurangi peradangan pada sendi. Senyawa EGCG juga dapat menghambat produksi molekul inflamasi di dalam tubuh. Oleh karena itu teh hijau dapat membantu mengurangi peradangan, melindungi persendian, dan memperlambat perkembangan osteoarthritis sehingga mengurangi rasa sakit dan kekakuan pada sendi.

4. Kayu Manis

Kayu manis (Cinnamomum verum), mengandung berbagai senyawa aktif yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan, diantaranya cinnamaldehyde, eugenol, dan flavonoid. Kandungan yang terdapat dalam kayu manis bisa menghambat produksi mediator inflamasi yang dapat memicu peradangan pada sendi. Kandungan senyawa antioksidan dapat membantu melindungi sel-sel sendi dari kerusakan oksidatif dan memperbaiki kerusakan yang sudah ada. Selain itu kayu manis dapat membantu mengurangi aktivitas enzim yang merusak tulang rawan sehingga dapat membantu melindungi tulang rawan dan memperlambat perkembangan penyakit radang sendi.

5. Bawang Putih

Senyawa dialil disulfida dan dan S-allyl cysteine yang terkandung dalam bawang putih memiliki sifat anti-inflamasi, yang mampu menurunkan efek sitokin proinflamasi sehingga dapat mengurangi peradangan pada sendi yang terkena osteoarthritis. Bawang putih juga mengandung senyawa organosulfur yang dapat melindungi sel-sel di dalam sendi dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu bawang putih juga dapat menghambat aktivitas enzim yang menghancurkan jaringan tulang rawan pada osteoarthritis dan juga dapat merangsang produksi kolagen, yaitu protein yang diperlukan untuk memperbaiki dan meregenerasi kerusakan jaringan tulang rawan pada osteoarthritis.  

6. Lada hitam 

Lada hitam memiliki kandungan senyawa dengan efek antioksidan, antimikroba, anti-inflamasi, dan gastro-protektif. Beberapa senyawa antioksidan dan anti-inflamasi yang terkandung dalam lada hitam adalah senyawa piperin, karvakrol dan eugenol. Senyawa-senyawa tersebut memiliki kemampuan untuk menghambat produksi mediator inflamasi serta mengurangi aktivitas enzim yang dapat memicu radang sendi. Oleh karena itu, lada hitam dapat membantu mengurangi peradangan pada sendi dan meredakan gejala-gejala yang terkait dengan kondisi radang sendi seperti nyeri dan bengkak.  

7.Lidah Buaya 

Tanaman lidah buaya dapat digunakan sebagai anti-radang sendi karena mengandung senyawa aktif seperti polisakarida, senyawa fenolik, dan asam lemak esensial. Senyawa yang ada pada lidah buaya dapat menghambat produksi mediator inflamasi yang memicu radang sendi. Selain itu, lidah buaya mampu menghambat enzim aktivitas siklooksigenase (COX) yang memproduksi prostaglandin yang dapat memperparah peradangan sendi. Senyawa fenolik yang terdapat dalam lidah buaya memiliki efek antioksidan, yang dapat membantu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas dan stres oksidatif. Keberadaan senyawa tersebut juga membantu mengurangi inflamasi pada sendi yang disebabkan oleh kerusakan sel.

8. Daun Salam 

Pada daun salam terdapat kandungan senyawa aktif yang seperti eugenol, kariofilen, dan flavonoid yang merupakan senyawa anti-inflamasi dan dapat membantu mengurangi gejala inflamasi radang sendi. Senyawa-senyawa tersebut dapat mengurangi produksi mediator inflamasi, menghambat aktivitas enzim COX yang memproduksi prostaglandin yang dapat memperparah peradangan pada sendi.

Radang Sendi

Radang Sendi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *