Inspirasi, Kesehatan

Mengatasi Parkinson dengan Manfaat Vitamin

mengatasi parkinson

Dalam beberapa pengobatan, mengatasi parkinson belum ada yang sembuh total. Parkinson merupakan suatu kondisi neurologis progresif kronik (saraf) yang mempengaruhi area kecil dari sel saraf yang ada di substansia nigra otak.

Sel-sel ini biasanya menghasilkan dopamin, zat kimia (neurotransmiter) yang mentransmisikan sinyal antara area otak yang, ketika berfungsi normal, mengoordinasikan gerakan otot yang halus dan seimbang. Dengan terjadinya penyakit ini dapat menyebablan sel-sel saraf akan mati, sehingga tubuh akan kehilangan kemampuan untuk mengontrol gerakan serta mengganggu keseimbangan.

Penyebab Penyakit Parkinson

Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui akar penyebab penyakit Parkinson. Tetapi, terdapat beberapa faktor utama seseorang menderita parkinson, yaitu:  

Genetik

Penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa mutasi genetik tertentu dapat menyebabkan penyakit parkinson.

Lingkungan

Walaupun faktor lingkungan mempunyai resiko untuk meningkatkan penyakit parkinson, tetapi ini masih dalam relatif yang rendah.

Para peneliti juga mencatat bahwa ada perubahan yang terjadi pada otak penderita Parkinson. Salah satunya, benjolan di otak yang selnya tidak bisa dipecah.

Faktor Resiko Parkinson

Faktor risiko Parkinson meliputi:

Usia

Seseorang yang mencapai usia di atas 60 tahun, mempunya resiko untuk terkena parkinson

Keturunan

Orang tua atau saudara kandung yang memiliki riwayat Parkinson berpotensi untuk menurunkannya.

Seks

Pria berpotensi menularkan penyakit Parkinson dibandingkan wanita saat berhubungan seksual.

Paparan racun

Para ahli percaya bahwa paparan senyawa beracun non-pestisida, seperti organohalogen dan logam, merupakan faktor risiko penyakit ini.

Gejala Penyakit Parkinson

Gejala parkinson dapat dibagi kedalam beberapa stadium menurut Parkinson’s Disease Foundation yaitu:  

  • Stadium 1

Gejala ringan dan tidak mengganggu kualitas hidup pasien.

  • Stadium 2

Gejala semakin parah. Kondisi tersebut dapat menyulitkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikannya.

  • Stadium (fase menengah)

Korban mulai kehilangan keseimbangan, bergerak lambat dan mudah jatuh. Penderitanya semakin sulit melakukan aktivitas sehari-hari yang ringan, seperti berpakaian, makan, dan menyikat gigi.

  • Stadium 4

Gejala lebih berat. Pasien membutuhkan bantuan untuk berjalan dan melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Stadium 5

Tahap akut. Pasien tidak bisa lagi berjalan dan membutuhkan bantuan selama sisa hidupnya.

Tanda Awal Parkinson

Selain gejala umum, ada beberapa tanda awal penyakit Parkinson yang harus diwaspadai, antara lain:

Tremor

Salah satu gejala utama dari parkinson adalah terjadi tremor atau gemetar. Biasanya kondisi ini terjadi pada bagian tubuh tertentu, umumnya pada tangan serta jari.. Tremor pada penyakit Parkinson biasanya terjadi saat bagian tubuh sedang istirahat atau tidak melakukan aktivitas apapun.

Gerakan melambat

Dengan berkembangnya parkinson, penurunan kontrol gerak serta koordinasi tubuh akan terjadi. Akibatnya, gerakan tubuh akan melambat, meski sulit untuk melakukan tugas-tugas sederhana.

Hilangnya refleks

Penderita penyakit Parkinson juga perlahan akan kehilangan kemampuan untuk bergerak. Terutama gerakan refleks dan otomatis, seperti mengedipkan mata atau mengayunkan lengan saat meraih benda tertentu.

Gangguan keseimbangan

Memburuknya gejala penyakit Parkinson dapat menyebabkan penderitanya mengalami gangguan keseimbangan. Sehingga resiko terjadi saat melakukan aktivitas akan menjadi lebih tinggi.

Perubahan cara bicara

Penyakit Parkinson juga akan menyebabkan orang yang terkena mengalami perubahan dalam cara bicaranya. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita berbicara lebih cepat, tidak jelas, dan cadel.

Otot terasa kaku

Penyakit Parkinson juga dapat menyebabkan pasien mengalami kekakuan dan sesak pada otot besar maupun kecil. Selain mempengaruhi pergerakan tubuh, otot yang terasa kaku juga bisa menyebabkan penderitanya kesulitan membuat ekspresi wajah.

Diagnosis Penyakit Parkinson

Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis penyakit Parkinson. Namun, dokter spesialis saraf (neurolog) akan mendiagnosis kondisi ini berdasarkan riwayat kesehatan Anda, tinjauan tanda dan gejala, serta pemeriksaan fisik saraf Anda:  

Jika Anda berkonsultasi dengan dokter, mereka akan menyarankan beberapa tindakan untuk Anda. Pertama, dengan computed tomography emisi foton tunggal atau dopamin transporter scan (DAT).

Namun, tindakan ini tidak menentukan diagnosis yang tepat. Kedua, dokter akan menyarankan pemeriksaan laboratorium, seperti pemeriksaan darah.

Yang ketiga adalah tes pencitraan lainnya. Prosedur ini dimaksudkan untuk membantu menyingkirkan risiko gangguan lain. Berikut adalah beberapa tes pencitraan yang mungkin dilakukan dokter:

MRI

Prosedur ini melibatkan penggunaan magnet besar dan gelombang radio untuk memvisualisasikan organ dan struktur dalam tubuh. Untuk memeriksa sumsum tulang belakang serta otak, MRI sangat berguna.

CT scan

Pada prosedur CT scan ini dibutuhkan gambar sinar X yang di ambil dari berbagai bagian tubuh yang menggunakan komputer sehingga muncul gambar.

USG otak

Prosedur ini melibatkan pengiriman gelombang suara ke kepala, dan gambar dapat dilihat di komputer.

Pengobatan Parkinson

Penyakit Parkinson tidak dapat disembuhkan secara total, namun pengobatan yang tepat dapat meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Berikut ini adalah pilihan pengobatan untuk penyakit Parkinson:

Pemberian obat-obatan

Obat yang diberikan harus mempunyai tujuan pengobatan mengatasi masalah bergerak, berjalan serta gemetar. Obat yang diresepkan dokter bekerja dengan meningkatkan atau mengganti dopamin. Ini karena penderita Parkinson memiliki kadar dopamin yang rendah di otak. Tetapi dopamin ini tidak dapat diberikan secara langsung, karena mekanismenya tidak langsung masuk ke otak. Berikut ini adalah obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter untuk Anda, termasuk:  

  • Carbidopa levodopa adalah obat yang diubah tubuh menjadi dopamin di otak.
  • Levodopa dikombinasikan dengan carbidopa (Lodosyn), yang bekerja untuk mencegah atau mengurangi efek samping, seperti mual.
  • Carbidopa levodopa inhalasi yang dapat membantu mengendalikan gejala yang datang tiba-tiba akibat hilangnya efektivitas obat-obatan di atas.
  • Infus carbidopa levodopa yang mungkin diberikan dokter melalui selang makanan sehingga obat langsung masuk ke usus kecil.
  • Inhibitor MAO B berguna untuk membantu mencegah kerusakan dopamin otak dengan cara menghambat enzim otak monoamine oxidase B (MAO B). Antikolinergik berguna untuk membantu mengendalikan getaran yang berhubungan dengan penyakit.
  • Amantadine yang mungkin diberikan dokter untuk mengontrol gerakan tak sadar (dyskinesia) akibat penggunaan carbidopa levodopa.

Proseduroperasi mengatasi parkinson

Ahli bedah menanamkan elektroda di bagian otak. Elektroda dihubungkan ke generator yang ditanamkan dokter di dada dekat tulang selangka. Alat ini bekerja dengan cara mengirimkan sinyal listrik ke otak sehingga bisa mengurangi gejala penyakit parkinson. Dokter akan menyesuaikan pengaturan alat berdasarkan kondisi pasien.

Tindakan mengatasi parkinson lainnya

Dokter juga dapat merekomendasikan strain lain. Misalnya, saat gaya hidup berubah. Terkadang pada beberapa kasus penyakit parkinson terapi fisik serta terapi wicara juga dibutuhkan yang mana ini bertujuan menjaga keseimbangan dari tubuh ataupun memperbaiki masalah bicara. Selain itu, ultrasound terfokus yang dipandu resonansi magnetik (MRgFUS) juga dapat menjadi pilihan. Metode ini adalah pengobatan invasif minimal yang telah membantu beberapa orang dengan penyakit Parkinson mengendalikan tremor mereka.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Lansia dengan Berolahraga, Apa Caranya?

Peran Vitamin Mengatasi Parkinson

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Aurelia R. Onibala dkk tentang “Peran Vitamin dalam Penanganan Penyakit Parkinson” mendapatkan hasil bahwa Penggunaan vitamin A dalam bentuk asam retinoat, vitamin B3, vitamin B12, vitamin C (dalam dosis dan jangka waktu tertentu), dan vitamin E bermanfaat sebagai agen terapi Parkinson melalui perannya sebagai antioksidan, antiinflamasi. dan neuroprotektif.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk vitamin B12, tetapi tampaknya menjadi terapi suportif untuk Parkinson. Sedangkan vitamin A dalam bentuk retinol masih dipertanyakan manfaatnya.

Dosis tiap vitamin yang diberikan pada pasien parkinson belum diketahui secara pasti, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Selain itu, suplemen gabungan dari setiap vitamin juga dapat dipertimbangkan untuk penelitian lebih lanjut.

Itulah penjelasan mengenai manfaat vitamin dalam mengatasi parkinson. Jika Anda ingin mendapatkan informasi seputar kesehatan lainnya atau Anda sedang mancari alat-alat kesehatan, Anda dapat mengunjungi website Perfect Health dan instagram @id_perfecthealth.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *