Kesehatan

Pijat Oksitosin dan Manfaat yang akan Dirasakan Ibu Menyusui

oksitosin

Sebelum mengetahui apa manfaat pijat oksitosin, ibu harus mengetahui terlebih dahulu apa hubungan hormon oksitosin dengan menyusui. Menyusui merupakan aktivitas yang dapat merangsang pelepasan oksitosin dari otak. Dengan adanya pelepasan berupa oksitosin ini dapat membuat ibu merasa mengantuk ataupun rileks. Hal ini dapat meningkatkan suhu tubuh, sehingga terkadang ibu merasa panas, haus, bahkan sakit kepala saat menyusui.

Prosesnya seperti ini, saat mulut bayi menyentuh puting, sel dan jaringan di payudara mengirimkan sinyal ke otak untuk melepaskan oksitosin. Setelah menyampaikan informasi, oksitosin akan memicu kontraksi pada otot di sekitar kelenjar susu yang menghasilkan air susu. Saat si kecil terus menyusu, oksitosin akan semakin banyak dikeluarkan sehingga ASI terus mengalir dari payudara. Pertanyaannya, apakah ibu tahu bahwa oksitosin dapat mencegah ASI bocor saat menyusui?

Meskipun oksitosin bertanggung jawab atas pelepasan ASI selama menyusui, itu tidak ada hubungannya dengan jumlah ASI yang diproduksi. Hormon yang mempengaruhi jumlah produksi ASI adalah prolaktin. Bunda, waspadai beberapa tanda pelepasan oksitosin saat menyusui:

  • Kesemutan di dada.
  • Kram di rahim.
  • Mendengar bayi menelan ASI.
  • ASI bocor.
  • Senang dan tenang setelah menyusui.

Mengapa Produksi ASI Berkurang?

Hingga usia enam bulan, ibu wajib menyusui bayinya secara eksklusif. Setelah itu, bersama dengan makanan pendamping ASI, ibu dapat terus menyusui hingga dua tahun. ASI merupakan makanan utama yang sangat dibutuhkan bayi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya selama enam bulan pertama kehidupannya di dunia.

Namun, tidak sedikit ibu yang merasa produksi ASInya berkurang. Produksi ASI sebenarnya harus mengikuti kebutuhan anak. Walaupun ibu memerah atau memompanya, ASI tidak akan habis saat bayi meminta untuk menyusu nanti.

Hanya karena bayi menangis, bukan berarti ia selalu haus ya, Moms. Mungkin dia kedinginan, kepanasan, popoknya penuh dan itu mengganggunya, dan ada sesuatu yang mengganggu tubuhnya. Jadi jika Anda sudah menyusui dan dia masih menangis, mungkin ada hal lain yang mengganggunya. 

Namun, ada beberapa hal yang menyebabkan suplai ASI Anda berkurang atau tidak seperti biasanya. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kebiasaan yang dilakukan ibu secara tidak sadar. Berikut beberapa di antaranya:

  • stres

Nah, inilah penyebab pertama yang paling sering terjadi penurunan produksi ASI. Hal ini biasanya dialami oleh banyak ibu baru yang mungkin mengalami kondisi traumatis setelah melahirkan. Tanpa dukungan pasangan atau keluarga, stres pada ibu baru bisa berkembang menjadi depresi pasca melahirkan atau postpartum depression.

Jangan anggap remeh, karena selain menyebabkan berkurangnya produksi ASI, kedua kondisi psikologis ini bisa berdampak sangat buruk bagi ibu dan bayi yang dikandungnya.

Baca juga: Manfaat Relaksasi Otot Progresif untuk Mengurangi Kecemasan

  • Pelekatan bayi yang kurang pas

Menyusui seharusnya menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan bagi para ibu karena melalui kegiatan ini, ikatan antara ibu dan bayi bisa menjadi sangat intim. Namun jika pelekatan bayi kurang tepat, ibu justru akan merasakan sebaliknya yaitu nyeri pada puting yang terbelah yang sangat nyeri saat menyusui. Kondisi ini akan menyebabkan ibu trauma menyusui, sehingga produksi ASI lama kelamaan akan berkurang.

  • Konsumsi kafein berlebihan

Apakah Anda suka kopi, coklat atau teh? Ketiga minuman ini memberikan efek menenangkan bagi sebagian ibu. Namun ternyata konsumsi yang berlebihan dapat mempengaruhi produksi ASI dan membuat tubuh mudah dehidrasi. Terlalu banyak kafein juga dapat memengaruhi kondisi bayi menyusu, salah satunya membuat bayi lebih mudah tersinggung dan sulit tidur.

  • Merokok

Ternyata, merokok juga bisa memengaruhi produksi ASI. Kegiatan ini dapat mengganggu pelepasan oksitosin dalam tubuh. Oksitosin sendiri merupakan hormon yang merangsang let-down reflex atau LDR saat menyusui. Jika proses ini tidak berlangsung, maka ASI tidak akan keluar dari payudara dan akan merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak.

  • Hamil kembali

Hal ini bisa terjadi jika mungkin ibu sedang mengalami kehamilan baru. Kondisi ini sering terjadi, terutama jika ibu tidak melakukan KB setelah melahirkan. Kenali tanda-tandanya, karena kehamilan juga bisa menurunkan produksi ASI.

Manfaat Pijat Oksitosin bagi Ibu Menyusui

Pijat oksitosin merupakan salah satu cara untuk memperoleh manfaat kesehatan bagi tubuh wanita, terutama setelah melahirkan. Pijat payudara sudah lama digunakan sebagai metode terapi untuk membuat tubuh lebih rileks dan memiliki berbagai manfaat lainnya.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pijat oksitosin dapat merangsang produksi hormon oksitosin dan prolaktin yang berperan dalam proses menyusui. Inilah manfaat utama pijat oksitosin. Tak hanya itu, pijat dapat membuat ibu tidur lebih nyenyak dan mengatasi stres yang menumpuk. Pijat oksitosin yang dilakukan setelah dilakukannya operasi caesar dengan hati-hati ini akan membantu ibu dalam masa pemulihan.

Pijat teratur dengan oksitosin dapat memengaruhi sistem saraf tepi, membantu mengurangi rasa sakit. Tidak hanya itu, ibu juga mendapatkan manfaat lain seperti aliran darah melalui jaringan tubuh sehingga ibu akan merasa lebih rileks, tenang, bebas stres dan tidur lebih nyenyak. Inilah cara melakukannya:

  • Posisikan tubuh membungkuk ke depan sambil memeluk bantal. Buat posisi ini senyaman mungkin.
  • Pijat kedua sisi tulang belakang dengan kepalan tangan dan ibu jari mengarah ke depan.
  • Pijat dengan lembut. Lakukan ini dengan gerakan memutar.
  • Selanjutnya, pijat bagian samping tulang belakang hingga ke bagian dada yang memanjang. Lakukan gerakan dari leher ke tulang belikat.
  • Pemijatan dilakukan dalam waktu 3 menit atau sampai ibu merasa nyaman

Berdasarkan analisis pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI yang dilakukan oleh Yusari Asih tentang ”Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas”, diketahui bahwa dari 16 responden yang mendapatkan pijat oksitosin, 15 responden mengalami produksi ASI yang cukup, sedangkan 9 dari 16 responden tidak mendapatkan pijat oksitosin memiliki produksi ASI yang cukup.

Nilai OR=11,667 (1,227-110,953) juga diperoleh dari hasil analisis yang berarti ibu nifas yang melakukan pijat oksitosin memiliki peluang 11,667 untuk mengalami produksi ASI yang cukup dibandingkan dengan ibu yang tidak melakukan pijat oksitosin.

Peran Ayah Selama Ibu Menyusui

Padahal, peran ayah saat menyusui sama pentingnya dan sulit digantikan dengan orang lain. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang mendukung kegiatan menyusui dapat meningkatkan keberhasilan menyusui. Dengan cara ini Anda dapat menjamin kebutuhan nutrisi si kecil dan memaksimalkan tumbuh kembangnya.

 Lalu apa yang bisa dilakukan orang tua saat menyusui? Berikut beberapa caranya:

  • Beri dukungan

Satu hal yang pasti, hindari menyalahkan ibu jika suplai ASI bayi Anda tinggal sedikit. Sebaliknya, ayah perlu mendukung ibu untuk lebih bersemangat dalam menyusui. Menyalahkan satu pihak hanya akan membuat ibu panik dan tertekan.

Tenangkan ibu dan yakinkan dia bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dengan semangat positif tersebut, para ibu tentunya akan semakin optimis dalam menyelesaikan program ASI bagi si kecil. Karena sudah bukan rahasia lagi bahwa ASI eksklusif memiliki manfaat yang tiada habisnya bagi tumbuh kembang anak.

  • Bersenang-senang berdua

Untuk memadamkan api dan menghindari hal buruk terjadi, salah satu pihak haruslah menjadi air. Artinya ayah perlu mengambil peran sebagai “air” untuk menjaga semangat sang ibu selama menyusui. Bersenang-senanglah dengan istri dan si kecil agar terhindar dari stres. Hal ini dikarenakan produksi ASI pada ibu sangat dipengaruhi oleh kondisi hormonal dan psikologis.

Produksi ASI membutuhkan hormon prolaktin, sedangkan untuk pengeluaran hormon oksitosin bekerja. Saat ibu mengalami stres, kerja kedua hormon ini bisa terganggu. Tentunya juga akan mempengaruhi tingkat keberhasilan menyusui.

Baca juga: 3 Cara Me Time Ala Ibu Bekerja

  • Lakukan pekerjaan rumah

Membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah juga dapat memperlancar ASI. Ini karena para ibu tidak akan merasa memikul “beban” sendiri, karena selalu ada ayah yang siap dipercaya. Kebiasaan ini juga bisa mempererat hubungan dan kemesraan antara suami istri yang harus dijaga setelah kedatangan Si Kecil.

Bantuan bisa dilakukan dengan cara membantu dalam menyiapkan makan, membantu memasak atau membantu membersihkan rumah. Ayah juga bisa membantu mengurus bayi sementara ibu mengerjakan pekerjaan rumah. Semuanya bisa dilakukan sesuai kesepakatan antara ibu dan ayah.

  • Dapatkan pengetahuan tentang ASI

Tentu saja, setiap orang memiliki keterbatasan dan tidak apa-apa untuk tidak mengetahui beberapa hal. Tapi untuk ayah baru, penting untuk “mengetahui semuanya” tentang menyusui. Tentu saja, ini juga akan membantu meluncurkan produksi susu.

Karena ayah dapat menjadi seseorang yang berkontribusi untuk memberikan informasi kepada ibu. Informasi tentang proses menyusui adalah penting bahwa ibu dan ayah mengenalnya. Jadi ayah tidak boleh ragu untuk menemukan informasi. Untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak, Anda bisa mengunjungi website Perfect Health atau di instagram @id.perfecthealth.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *